Jurnalmasyarakat.com, Buton- Seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Buton mulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sedang melaksanakan pesantren kilat.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua pekan mulai dari tanggal 11 sampai 20 Maret 2025. Pesantren kilat ini digelar sesuai surat edaran Dinas Pendidikan kepada satuan pendidikan di Kabupaten Buton.
Kegiatan pesantren kilat di bulan Ramadhan ini ikut dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Buton. Bahkan Dinas Pendidikan membagi tim sebanyak tiga tim untuk memastikan kegiatan itu terimplementasi atau berjalan dengan baik di Sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, La Sinani, S.Pd, M.Si mengatakan kegiatan pesantren kilat di sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak yang mulia bagi siswa.
Disamping itu untuk membina karakter generasi muda khususnya siswa di kabupaten Buton sesuai dengan program pemerintah yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yakni Bangun pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan sehat dan bergizi, Gemar belajar, Bermasyarakat, Tidur cepat.
“Ini kita lakukan semata-mata untuk membina karakter anak-anak. Khususnya kita hubungan dengan program pemerintah yakni 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat. Diharapkan dengan pesantren ini bisa terimplementasi 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat itu,” ujarnya.
Adapun materi dalam pesantren kilat tersebut kata La Sinani, mulai dari menerapkan pendidikan berbasis penguatan karakter hingga praktik ibadah.
“Materinya itu terkait rukun Islam, rukun iman, cerita-cerita nabi, tohara, akhlak, fiqih. Sekitar 12 materi yang kita tawarkan kepada sekolah. Sekolah yang memilih mana yang mereka pilih,” ujarnya.

Masih kata La Sinani, selama sidak yang dilaksanakan pihaknya di tiga kecamatan, kegiatan pesantren kilat di sekolah berjalan dengan baik. “Alhamdulillah antuasias siswa luar biasa,” sambungnya.
Disamping membina karakter siswa, Plt Kepala Dinas Pendidikan mengharapkan kegiatan pesantren kilat ini dapat memperdekat hubungan Sekolah dengan orang tua siswa.
“Jadi dalam kegiatan pesantren kilat ini juga banyak kita libatkan orangtua siswa sehingga ada kedekatan antara sekolah dengan orangtua siswa, membangun komunikasi yang bagus,” tutupnya. (Rin)




















