Jurnalmasyarakat.com, Buton- Puluhan balita di Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton keracunan setelah mengkonsumsi makanan tambahan dari puskesmas Wolowa.
Mereka harus dilarikan ke Puskesmas setempat dan RSUD Buton untuk mendapatkan perawatan. Insiden ini terjadi pada Selasa (27/5/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Syafaruddin merinci sebanyak 46 balita dan 3 ibu hamil mengalami keracunan.
Dia merinci, 37 orang dirawat di Puskesmas wolowa, dua orang dirawat di puskesmas Siontapina, dan 9 orang di rawat di RSUD Buton.
“Tadi malam Alhamdulillah jam 02.00 Wita sudah selesai dirawat sudah kembali ke rumah masing-masing. Tinggal sembilan orang yang masih dirawat,” ujarnya.
Menurutnya, keracunan ini setelah pemberian makanan tambahan yang merupakan program nasional untuk balita kurang gizi dan ibu hamil kekurangan energi kronis.
Program makanan tambahan diberikan kepada ibu hamil selama 4 bulan setiap hari dan balita yang kurang gizi 58 hari secara berturut-turut.
“Jadi ini pemberian hari ke-9 dan mulai jam 5 sore kemarin terjadi indikasi atau dugaan keracunan makanan, mereka datang dengan kondisi mual muntah dan diare, “bebernya.
Makanannya tersebut berasal dari salah satu catering yaitu catering Puan di Wakoko Kelurahan wakoko yang bekerja sama dalam penyediaannya setiap jam 10.00 pagi kemarin diantar ke masing-masing desa dalam wilayah kerja dan untuk memastikan penyebabnya itu kita sudah bekerja sama dengan Balai POM Baubau pagi ini pengambilan sampel bahan makanan, muntahan, maupun sampel makanan yang dikonsumsi.
Dia menegaskan atas kejadian ini pihaknya akan melakukan evaluasi kembali walaupun pemerintah tetap melakukan evaluasi Monitoring, evaluasi, pembinaan, pembenahan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
“ini kejadian pertama kali dari Program PMT yang sudah diberikan sejak tahun 202 ,2024 sampai 2025, ini baru kasus pertama,” ujarnya.
Program ini juga untuk mengurangi stunting karena sasarannya balita yang kekurangan gizi dan ibu hamil yang kekurangan energi kronis sehingga ini akan bisa berdampak pada penurunan stunting kabupaten Buton.
Sementara itu Direktur RSUD Buton Ridwan Saifun mengatakan sembilan pasien yang diduga korban keracunan makanan tambahan dan di dirawat tempat kondisinya sudah membaik.
“Kondisi terakhir saat ini ke-9 Pasien itu sudah stabil semuanya. dua saat ini lagi dirawat di ruang perawatan anak kondisinya baru saja saya lihat dan stabil kemudian 6 masih di observasi di ruang gawat darurat dan satu lagi pasien anak umur 1,3 tahun itu sementara dirawat di icu “katanya. (Red)




















