Jurnalmasyarakat.com, Buton- Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra sangat menyayangkan insiden keracunan makanan tambahan di kegiatan posyandu yang menyebabkan puluhan balita harus dirawat di Rumah Sakit.
Kegiatan posyandu yang seharusnya menjadi ruang aman dan sehat bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan musibah. Untuk itu, Bupati menegur semua pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Seharusnya kegiatan Posyandu menjadi ruang aman dan sehat bagi masyarakat, bukan malah menimbulkan musibah. Ini harus menjadi pelajaran serius bagi kita semua,” tegas Bupati saat memimpin rapat koordinasi menindaklanjuti insiden keracunan makanan yang menimpa sejumlah balita dan ibu-ibu di wilayahnya.

Politisi Nasdem ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk standar kebersihan, pengawasan makanan dan minuman yang disediakan dalam kegiatan posyandu.
“Kita tidak bisa main-main dalam urusan keselamatan masyarakat. Saya minta seluruh kepala OPD, Camat, dan Kepala Puskesmas agar memperhatikan baik-baik SOP yang berlaku dan dijalankan dengan benar,” imbuhnya.

Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Buton berkomitmen untuk menjamin keselamatan dan kualitas pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan masyarakat agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 48 orang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan tambahan dalam kegiatan Posyandu di Puskesmas Wolowa pada Selasa (27/5/2025). (Red)




















