Jurnalmasyarakat.com, Kendari- Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton makin menemui titik terang.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) menyetujui rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan dua pulau utama di Provinsi Sulawesi Tenggara itu.
Ini terungkap saat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum RI Ir. Dody Hanggodo, MPE pada Rabu (11 Juni 2025).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Menteri PU di Jakarta, membahas rencana pembangunan Jembatan Muna-Buton. Alhasil mendapat respons positif dari pusat.
Usai pertemuan ini, Gubernur ASR segera memerintahkan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah untuk segera menindaklanjuti rencana pembangunan mega infrastruktur ini.
ASR komitmen di era kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Hugua, infrastruktur jembatan penghubung Pulau Muna dan Pulau Buton itu sudah bisa dinikmati masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, proyek Jembatan Muna-Buton bahkan telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah Provinsi Sultra tahun 2025–2029.
Dilansir dari Lajur.co, realisasi pembangunan Jembatan Muna-Buton diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp6,1 triliun.
“Nominal ini dihitung berdasarkan kurs hari ini. Bisa saja naik atau bertambah,” ujar Kepala Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sultra, Hengki Hermawan.
Tahap perencanaan awal jembatan penghubung Muna – Buton sudah dimulai sejak tahun 2010, dimulai dengan penyusunan Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2012, serta penerbitan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) pada 2014. Dilanjutkan dengan pembaruan FS pada 2018, penyusunan dokumen LARAP dan review DED pada 2020, hingga rencana uji Wind Tunnel yang selesai pada 2024.
“Direncanakan tahun 2025 ini dilaksanakan Independence Proof Check (IPC) terhadap desain dan hasil Wind Tunnel,” tambahnya.
Menurut Hengki, proses perencanaan ini tergolong kompleks dan diperkirakan baru akan rampung dalam dua tahun ke depan.
“Desain konstruksi jembatan ini tergolong berisiko tinggi. Panjang bentang utama mencapai 765 meter, dua kali lipat dari Jembatan Suramadu. Total panjang keseluruhan jembatan adalah 2.969 meter, termasuk oprit,” rincinya. (Red)



















