Jurnalmasyarakat.com, Kendari- Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Sulawesi Tenggara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., pada Kamis malam (17/4), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Sultra.
Mengawali sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali mengunjungi Sulawesi Tenggara setelah sepuluh tahun.
Ia menyebut perjalanannya ke Kendari bukanlah hal mudah, mengingat padatnya agenda kementerian, termasuk pelepasan 1.500 Pekerja Migran Indonesia di Karawang dan kegiatan peringatan persahabatan Indonesia-Tiongkok.
“Namun karena rasa cinta dan tanggung jawab kepada Muhammadiyah, saya atur jadwal agar bisa hadir di sini. Besok pagi saya langsung kembali ke Jakarta,” ujarnya.
Kemudian, Menteri Mu’ti menyampaikan tiga pesan penting untuk Muhammadiyah Sultra. Pertama, ia mengajak seluruh peserta Musypimwil untuk terus memperbanyak amal ibadah meskipun Ramadhan telah berlalu.
Kedua, ia menegaskan bahwa tema Musypimwil selaras dengan tema Tanwir Muhammadiyah di Kupang, yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan konsistensi Muhammadiyah dalam memikul amanah keislaman dan kebangsaan secara seimbang.
Ketiga, ia mengangkat nilai-nilai keteladanan dalam Al-Qur’an, khususnya kisah Nabi Shalih yang diutus kepada kaum Tsamud. Menurutnya, pemimpin sejati adalah mereka yang dekat dengan rakyat, memahami kehidupan mereka secara langsung, baik dari sisi personal maupun struktural.
“Pemimpin tidak boleh berjarak dengan masyarakat yang dipimpinnya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Mu’ti mengajak Muhammadiyah terus menjadi kekuatan yang menghadirkan peradaban, melalui pendidikan, dakwah, serta kontribusi nyata untuk umat dan bangsa.
Ditempat yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
Sekda Provinsi Sultra, dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa tema Musypimwil “Bersama Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” sangat relevan dengan visi pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Asrun Lio menyampaikan tiga pesan penting kepada Muhammadiyah Sultra yaitu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi dan pengembangan UMKM.
Kemudian, menjaga kerukunan sosial di tengah keberagaman masyarakat. Terakhir, memperkuat peran Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan.
Untuk diketahui, pembukaan Musypimwil Muhammadiyah Sultra turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Dikdasmen, unsur Forkopimda Sultra, Bupati Buton Tengah, Ketua DPRD Kota Kendari, pimpinan kementerian/lembaga, pimpinan perguruan tinggi, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sultra beserta Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra. (Red)



















