Jurnalmasyarakat.com, Buton Tengah- Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) InsCinema menyelenggarakan Pelatihan dan Uji Kompetensi Event Management serta Digital Marketing bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada 9–13 Desember 2025.
Kegiatan bertajuk “Barani Event Buteng” ini juga merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Komunikasi Digital UICI, sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif dan digital.
Dalam kegiatan ini peserta dibekali keterampilan perencanaan acara, pemasaran digital, hingga evaluasi kegiatan berbasis potensi lokal.
Ketua Panitia Barani Event, Arrum Dara Efda, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai respons atas besarnya potensi budaya dan pariwisata Buton Tengah yang belum dikelola secara optimal.
“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Barani Event ini bukan sekadar seremonial. Sebanyak 50 peserta pelatihan dan 65 Mahasiswa UICI yang juga tersebar di tiap Desa Kab. Buton Tengah, diharapkan memiliki peran dan tanggung jawab terhadap besarnya potensi budaya dan pariwisata lokal yang dimiliki. Kami juga sedang merancang strategi komunikasi digital yang tepat agar buton tengah dikenal lebih luas dan dikelola langsung oleh masyarakat lokal,” ujarnya.

Menurut Arrum, pendekatan yang digunakan dalam program ini menekankan kolaborasi antara akademisi, praktisi dan pemerintah.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui penguatan literasi media, digital city branding, serta pengakuan kompetensi masyarakat lokal agar memiliki daya saing di sektor ekonomi kreatif global.
Ia menambahkan, Program Studi Komunikasi Digital UICI tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengakuan resmi keterampilan peserta melalui sertifikasi nasional.
“Kami mendorong agar kemampuan yang dimiliki masyarakat lokal tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diakui secara formal melalui sertifikasi BNSP. Dengan begitu, mereka bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif di daerahnya sendiri,” kata Arrum. (adm)



















