Jurnalmasyarakat.com, Pasarwajo- Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) angkatan 2024 Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kelas Pengembangan Pasarwajo melaksanakan kegiatan pengukuran tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) menggunakan alat antropometri pada anak serta bayi di Posyandu Raflesia, Kelurahan Saragi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, pada Senin (18/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Penilaian Status Gizi, yang bertujuan memberikan pengalaman praktik langsung kepada mahasiswa dalam melakukan pemantauan status gizi balita di lapangan. Selama pelaksanaan, mahasiswa didampingi oleh kader Posyandu Raflesia dan petugas gizi Puskesmas Pasarwajo.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 57 anak dan bayi berhasil dicatat dalam proses pengukuran, meskipun jumlah tersebut belum mewakili seluruh balita yang terdaftar di posyandu. Pengukuran dilakukan menggunakan alat antropometri standar, seperti Infantometer dan stadiometer untuk tinggi badan dan timbangan antropometri seperti Digital Bathroom Scale Timbangan Digital dan Baby Scale untuk berat badan.

Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam pengumpulan, pencatatan, dan analisis data status gizi menggunakan standar antropometri. Selain itu, kegiatan ini turut membantu memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan balita di Kelurahan Saragi sebagai bagian dari pemantauan gizi masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar berkat dukungan kader posyandu, pihak puskesmas, dan masyarakat setempat. Hasil pengukuran selanjutnya akan dianalisis sebagai bagian dari tugas evaluasi mata kuliah dan diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai status gizi anak di wilayah tersebut.
Selain melakukan pengukuran, mahasiswa juga sekaligus memperhatikan proses pelayanan posyandu yang dilakukan oleh kader, mulai dari pendaftaran hingga pencatatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami alur pelayanan gizi dasar serta tantangan yang dihadapi kader dalam memantau pertumbuhan balita setiap bulan.

Kader Posyandu Raflesia juga memberikan penjelasan singkat mengenai pola kunjungan balita di wilayah tersebut, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran orang tua dalam membawa anak ke posyandu. Informasi ini menjadi tambahan wawasan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial dan kesehatan masyarakat setempat.
Dosen pengampu mata kuliah Penilaian Status Gizi berharap kegiatan lapangan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami penerapan standar antropometri, membaca hasil pengukuran, serta mengidentifikasi anak yang berisiko mengalami masalah gizi.
Praktik lapangan seperti ini juga diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tugas dan kegiatan pengabdian masyarakat di masa mendatang. (adm)



















