Jurnalmasyarakat.com, Buton- Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndaraha mengimbau masyarakat di wilayah hukumnya yakni Kabupaten Buton dan Buton Selatan untuk tidak menggelar perayaan malam pergantian tahun 2025–2026 secara berlebihan.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati atas musibah yang tengah menimpa saudara sesama di wilayah Sumatera dan Aceh.
“Diharapkan karena saat ini kita masih dalam keadaan belasungkawa terkait dengan keadaan kita di Sumatra dan Aceh untuk pelaksanaannya diharapkan tidak lagi menggunakan kembang api,” imbau Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndaraha ditemui di Mapolres Buton, Rabu (31/12/2025).
AKBP Ali Rais Ndaraha menegaskan, perayaan tahun baru sebaiknya dimaknai secara sederhana dan penuh rasa syukur, tanpa euforia berlebihan.
“Himbauan itu sudah kami keluarkan dan sampaikan begitu juga tingkat kabupaten Pemda Buton dan Buton Selatan sudah menyampaikan himbauan tersebut,” katanya.
Momentum pergantian tahun baru ini, Kapolres mengatakan bahwa Polres Buton bersama Pemda dan pemuka agama melaksanakan kegiatan doa bersama sebagai bentuk kepedulian sekaligus harapan agar kondisi yang menimpa saudara-saudara di Sumatra dan Aceh segera pulih.
“Begitu juga di daerah kita sehingga tidak terjadi apa-apa khususnya di wilayah Polres Buton,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakapolres Buton, Kompol Yulianus mengatakan bahwa Polres Buton mengerahkan sebanyak 167 personel gabungan terdiri dari unsur Polri, TNI dan Satpol PP untuk pengamanan malam tahun baru 2026.
Selain itu, mendirikan sejumlah pos pengamanan disejumlah titik di wilayah hukumnya untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif sepanjang momentum pergantian tahun baru 2026.
“Pos pengamanan dan pelayanan yang ditempatkan dibeberapa titik seperti gereja, kecamatan, termasuk di pelabuhan-pelabuhan untuk memberikan rasa aman,” ujarnya. (Rin)



















