Jurnalmasyarakat.com, Pasarwajo- Untuk ketiga kali secara berturut-turut, Pemerintah Desa Barangka melalui Majelis Taqlim memperingati 10 Muharram. Kegiatan penuh makna dan nilai keislaman ini diisi dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu sebagai wujud kasih sayang dan kepedulian sosial, Minggu, (06/07/2025).
Peringatan 10 Muharram itu berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Dusun Batunawa, Desa Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Sebanyak 33 anak yatim piatu menerima santunan dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan haru.
Kepala Desa Barangka, Ir. Suharman, S.T, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura, adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam.
“Hari Asyura ini adalah hari yang penuh keutamaan. Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram’ (HR. Muslim),” ujarnya.
“Di hari Asyura ini pula, kita diajarkan untuk menyantuni anak yatim. Rasulullah SAW bersabda: ‘Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, Allah akan mengangkat derajatnya di surga sebanyak rambut yang disentuh.’ Ini adalah bentuk ajakan untuk kita semua agar lebih peduli dan sayang kepada anak-anak yatim di sekitar kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suharman mengingatkan bahwa 10 Muharram juga menjadi hari penting dalam sejarah para nabi, khususnya Nabi Musa AS.
“Hari ini juga mengingatkan kita pada kisah Nabi Musa AS yang diselamatkan Allah SWT dari kejaran Fir’aun dengan mukjizat laut terbelah. Maka Rasulullah SAW pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur, dan kita dianjurkan untuk mengikuti jejak tersebut,” terang Kepala Desa.
Selain pemberian santunan kepada 33 anak yatim piatu, acara ini disisi dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh Ketua Majelis Taqlim Desa Barangka, Ibu Karima, S.Pd.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Masjid Desa Barangka, Budiman, S.Pd, dengan harapan agar Desa Barangka senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dilimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan.
Peringatan rutin ini menjadi simbol bahwa nilai-nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan terus dijaga oleh Pemerintah Desa Barangka dan masyarakatnya. Semoga semangat Asyura terus tumbuh dalam hati umat Islam, khususnya di Desa Barangka. (Red)



















