Jurnalmasyarakat.com, Kendari- Kapal Fery KMP Tongkol tujuan Baubau kandas di perairan Poleloa – Poleloa, Desa Wisata Namu Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan pada Jumat malam (27/6/2025).
Peristiwa kandasnya kapal Ferry tersebut dibenarkan oleh Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Wahyudi, Sabtu (28/6/2025).
Dikatakannya, kapal Ferry KMP. Tongkol bertolak dari Galangan Bontuni Kendari pada Jumat (27/6) sekitar pukul 08.15 Wita. Namun, setelah melanjutkan perjalanan kondisi cuaca kurang bersahabat, sehingga membuat nahkoda kapal harus beberapa kali merubah haluan.
“Pada pukul 18. 50 Wita beberapa kali kapal mencoba mengambil haluan, tetapi tidak dapat di kendalikan karena alun ombak dari lambung sebelah kiri, hitungan menit pada pukul 19. 20 Wita kapal mengalami tubrukan (Kandas),” ungkapnya.
Setelah kandas, kapten kapal mencoba untuk memaju mundurkan kapal tersebut. Sayangnya, setelah beberapa kali usaha, kapal tetap tidak bisa bergerak
“Handle dinetralkan lalu manuver mundur, kondisi kapal sudah tidak bergerak kembali. Kemudian melanjutkan kembali kopel kiri dan kopel kanan namun kapal tetap tidak bergerak dan dilanjutkan mundur kembali tetapi kapal tidak bergerak juga,” jelasnya.
Kemudian, nakhoda memerintahkan crew untuk melakukan pengecekan ruang void dan kamar mesin, dan mendapat laporan bahwa terdapat kebocoran pada kran utama mesin induk sebelah kiri.
Posisi kapal dalam keadaan miring kiri menyebabkan air masuk melalui pintu kamar mesin sebelah kiri. Kemudian, crew kapal mencoba memompa air tetapi debit air yang masuk ternyata lebih besar dari lambung kiri. Selanjutnya, nakhoda memerintahkan untuk lego jangkar kiri kanan, beberapa menit kemudian generator listrik padam.
Setelah beberapa kali percobaan, pada akhirnya seluruh kru yang berjumlah 16 orang dievakuasi meninggalkan kapal dibantu warga setempat. “Alhamdulillah seluruh crew kapal selamat,” ujarnya. (Red)



















